OKE

KURIKULUM 2021 AKAN MENYENGAT BANYAK PIHAK, BENARKAH ?

Setelah menghapuskan Ujian Nasional dan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang beberapa waktu lalu sudah memasuki tahap sosialisasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (info terkait: DISINI) , kali ini Balitbang dan Perbukuan Kemdikbud melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan juga melakukan sosialisasi mengenai Penyederhanaan Kurikulum.

Meskipun belum merilis secara resmi mengenai nomenklatur dari kurikulum baru ini yang dibungkus dengan istilah Penyederhanaan Kurikulum, namun bisa dipastikan akan banyak kejutan dan "sengatan" yang akan terjadi kepada banyak pihak. sebut saja nama kurikulum ini adalah KURIKULUM 2021

Ingat "sengatan" lebah itu disatu sisi mungkin akan terasa "sakit", namun disisi lain akan dapat menjadi terapi bahkan pengobatan beberapa jenis penyakit melalui sengatan tersebut.

Lalu bagaimanakah gambaran dari Kurikulum 2021 ini ?
  1. Kurikulum 2013 dengan KI/KD per tingkat kelas akan disederhanakan dengan Capaian Pembelajaran per Fase
  2. Kurikulum 2013 “mengunci” jam pelajaran per minggu, sepanjang tahun ajaran selanjutnya Jam pelajaran akan “dikunci” per tahun dan Fase; satuan pendidikan diharapkan memenuhi total jam tersebut
  3. Guru dapat menggunakan berbagai perangkat untuk mengajar, tidak harus buku teks dengan model Leveling . Level 1;Belum bisa mengembangkan aktivitas belajar harian, masih kesulitan memilih sumber dan materi ajar, Level 2; Mandiri, bisa mengembangkan kurikulum untuk keperluan dirinya, mampu memilih materi dan perangkat  mengajar sesuai kebutuhan dirinya, Level 3; Mampu mengembangkan kurikulum untuk level sekolah atau rekan gurunya (menjadi koordinator kurikulum, koordinator mapel, atau koordinator level)
  4. Adanya Digitalisasi Kurikulum
  5. Perubahan terhadap Struktur Kurikulum; Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran diupayakan melalui rangkaian program intra-kurikuler (mata pelajaran) dan program penguatan karakter
  6. Pada jenjang PAUD ; akan menambahkan lingkup Seni dari STPPA (Permendikbud 137/2014) a. nilai agama dan moral; b. fisik-motorik; c. kognitif; d. bahasa; e. sosial-emosional; dan f. seni. Dan penambahan jam belajar dari 900 menit/minggu menjadi 1050-1200 menit/minggu
  7. Pada jenjang SD akan diarahkan berbasis Mata Pelajaran dengan Pengorganisasian mata pelajaran merupakan wewenang satuan pendidikan, meskipun demikian Pembelajaran TEMATIK di SD tetap bisa dilakukan (jenjang lainnya pun boleh menggunakan pendekatan ini) dan menjadi kewenangan satuan pendidikan
  8. Pada jenjang SMP tidak ada perubahan yang signifikan, Total jam belajar sama (38 jam pelajaran per minggu), Informatika menjadi mata pelajaran wajib. Perubahan di SMP fokus pada kompetensi dan isi  mata pelajaran, bukan pada jumlah dan proporsi mata pelajaran 
  9. Pada jenjang SMA; Peserta didik SMA/sederajat Kelas 10 meneruskan mata pelajaran dari SMP, sebagai fondasi untuk menentukan mata pelajaran pilihan yang akan mereka ambil di kelas 11 dan 12. Artinya mata pelajaran INFORMATIKA juga akan menjadi Wajib di kelas X. Dan karena melanjutkan mata pelajaran di jenjang sebelumnya maka beberapa mata pelajaran akan dijadikan Rumpun Mata Pelajaran misalnya IPA (Fisika, Kimia, Biologi, dst), IPS (Ekonomi, Geografi, Sejarah dst).untuk kelas X. dan di kelas XI dan XI akan menjadi mata pelajaran pilihan.
  10. Setiap SMA wajib membuka : 7 mata pelajaran dasar dan minimum; 3 mapel kelompok MIPA; 3 mapel kelompok IPS; 1 mapel kelompok kecakapan hidup dan vokasi. Di kelas 11 dan 12, siswa diwajibkan untuk mengambil minimal 3 mata pelajaran pilihan dengan syarat min. 1 mapel kelompok MIPA dan 1 mapel kelompok IPS, 1 mapel kelompok Bahasa dan atau Vokasi. Bagi sekolah yang tidak membuka kelompok Bahasa dan Vokasi bisa mengambil 2 mapel pada kelompok IPA/IPS. Sekolah dapat bekerjasama dengan DUDI untuk Mapel Vokasi.  Ada Mapel yang dibuka hanya 1 semester, misalnya Bartender, Ecoprint, dll. 

Pertanyaan selanjutnya adalah Bagaimana dengan pemenuhan beban mengajar guru yang selama ini berbasis guru kelas di jenjang SD dan berbasis mata pelajaran di jenjang SMA? tentu ini bukan domainnya Puskurbuk/Pusmenjar, karena ranahnya di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Namun pastinya aturan mengenai pemenuhan beban kerja guru sudah tidak akan seperti yang lama, mungkin saja nanti arahnya pemenuhan beban kerja guru dan hubungannya dengan sertifikasi guru akan mengacu kepada jam KEHADIRAN 37,5 jam per minggu.

Disisi lain sekolah akan mengarah kepada sistem kredit semester (SKS) dan penggunaan model pembelajaran blok, misal untuk pelajaran tertentu sekolah dapat melakukan blok jam misalnya selama satu bulan untuk menyelesaikan struktur program pembelajaran yang satu tahun. Dengan ini maka pastinya sistem pemenuhan beban mengajar guru akan berubah dan menyesuaikan.

Kita akan masuk pada satu titik tatkala sertifikasi sudah tidak berbasis jam dan tidak berbasis mapel karena konten pelajaran sudah tematik integratif (STEAM) . Pada titik itulah keberadaan Asosiasi yang basisnya mata pelajaran juga akan Diuji dan Teruji.

Bagaimana dengan mata pelajaran SEJARAH SMA apakah benar akan DIHAPUSKAN? Sejarah dalam rancangan tersebut bersama mata pelajaran serumpunnya akan menjadi IPS untuk kelas 10 melanjutkan dari kelas 9 dijenjang sebelumnya, Sejarah akan menjadi mata pelajaran pilihan di kelas 11 dan 12 sama seperti mata pelajaran dirumpun lainnya seperti Ekonomi dan Geografi untuk IPS dan Fisika, Kimia Biologi di kelas 11 dan 12 untuk IPA (kelas 10).

Yang jelas sebagai guru INFORMATIKA, rancangan ini merupakan angin segar PERJUANGAN sejak 2013, dan tentunya kita akan dukung penuh, terlepas dari pro-kontranya nanti. 
 
Adapun Paparan lengkapnya dapat dilihat pada tayangan berikut ini (Ini baru sebatas DRAFT). 


Download Bahan Paparan (DISINI).


Salam dari ibukota negara!

Fathur Rachim (Mandikbud)
Ketua Umum HIPPER Indonesia (https://hipper.or.id)
https://fathur.web.id






Related

viral 9183219037567132850

Posting Komentar

  1. Ayo kita bwrgerak memberikan masukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Infromatika sudah mateang, tinggal isinya saja yang mesti mendapat sentuhan

      Hapus
    2. Pak Jay, ada Buku Informatika SMP yang sempat beredar kalau boleh kontennya lebih aplikatif lagi

      Hapus
  2. Alhamdulillah ada proyek gede-gedean lagi di kementerian
    👍👍

    BalasHapus
  3. Sebagus apapun kebijakan semuanya tergantung kepada pelaksananya dilapangan. Sebenarnya jika saja pembuat k bijakan mau belajar dari pengalaman atau perjalanan pendidikan dimasa lalu,maka sesungguhnya pelaksanaan pendidikan kita menjadi kurang bermutu bukan karena kebijakan yg kurang tetapi karena terlalu bijak untuk Gonta ganti kebijakan sehingga tidak dapat mengukur sejauh mana keberhasilan kebijakan yg sebelumnya. Untuk mengukur keberhasilan suatu kebijakan membutuhkan waktu yg panjang,karena tidak ada keberhasilan yg datangnya instan.Atau mmng perubahan kebijakan bukan bertujuan utk kemajuan pendidikan,tetapi perubahan kebijakan ditujukan utk sesuatu hal yg sebenarnya jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri?Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yg tahu dan mereka yg membuat kebijakan.

    BalasHapus
  4. Kurikulum pendidikan mengalami perubahan adalah hal yang wajar, karena harus mengadaptasikan diri dengan perubahan zaman. Tetapi hal terpenting adalah bagaimana agar setiap pihak yg terkait dgn proses belajar mengajar itu bisa ikhlas dan berbesar hati utk melaksanakannya. Artinya hal yang terkait dgn kesejahteraan guru menjadi stressing point dalam setiap kebijakan yang dibuat. Dengan demikian insyaallah semua kebijakan terkait proses belajar mengajar akan lebih baik...Insya Allah.

    BalasHapus
  5. Smk kok ga dibahas secara detail ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak berbeda jauh jari yang ada saat ini. Di SMK ketambahan mata pelajaran Informatika.

      Hapus
  6. Jumlah mapel terlalu banyak dibandingkan negara maju 6-8 mapel saja.Tapi Indonesia sulit karena banyak kepentingan.Seharusnya dikdas,dikmen dan dikti sama menyusun kurikulum agar seandainya ada mapel dihapus atau digabung bisa terakomodasi kurikulum dikti...mahasiswa tdk demo...guru tdk keberaran ....ada solusinya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak juga negara maju yg jumlah mapelnya banyak. Intinya semua kebijakan harus mengakomodir mereka yang terdampak akan kebijakan itu. Kebijakan beban mengajar guru dan sertifikasi tidak boleh berdasarkan mata pelajaran lagi sehingga apapun kebijakannya tidak akan memperkeruh kebijakan itu sendiri

      Hapus
  7. Semoga kehadiran kurikulum baru lebih efektif dan efisien, tidak membingungkan pengguna

    BalasHapus
  8. Apapun perubahan kurikulum dan kebijakan2 yang mengacu pada pemenuhan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi saat akan didukung, asalkan disesuaikan dengan pendapatan yg akan diterima oleh para guru dan dosen, karena merekalah ujung tombak yang sebenarnya

    BalasHapus
  9. jangan yg ribet ribet deh,ntr anakku males sekolah

    BalasHapus
  10. Saya org yg menunggu perubahan kurikulum baru dri pak menteri Nadim....saya mendukun....sukses terus ya pak....ditunggu kurikulum baruny

    BalasHapus
  11. Apa kabar "bahasa daerah"? menyedihkan memang

    BalasHapus
  12. Perubahan kurikulum ada baiknya membuat bahagia semuanya, pasti akan terlaksana dengan segera dan merata serta sesuai rencana

    BalasHapus
  13. KKM perlu dikaji ulang penerapannya. Prihatin, karena selama ini tuntutan KKM membuat ketuntasan capaian kompetensi bernilai semu (kalau tak mau dibilang manipulatif). Dipaksakan tuntas singkatnya. Kenapa harus malu memperlihatkan nilai siswa sebenarnya. Faktanya memang tingkat literasi siswa kita masih jauh tertinggal.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah,informatika SMP ada lagi,🙏☺️

    BalasHapus
  15. Apapun Kurikulumnya yg paling utama disiapkan adalah guru, gonta-ganti kurikulum guru pun bingung terutama konten kurikulumnya. Pada kurikulum 2013 banyak guru yang belum juga paham betul karena berulang kali dilakukan revisi. Jadi matangkan betul semua komponen sebelum diberlakukan. Jangan sampai pengalaman di Kurikulum 2013 terulang kembali.
    Mata pelajaran Informatika SMP wajib diberikan dan kontennya harus aplikatif. Pada Kurikulum 2006 konten Mapel TIK sdh cukup memadai tetapi kontennya harus di tambah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini

    BalasHapus

Terimakasih atas saran dan tanggapannya, segera akan dibalas !

emo-but-icon

Follow Me !

Trending

Terbaru

Komentar

item