OKE

PENGAMBIL KEBIJAKAN PENDIDIKAN BISA TERTUDUH GENOSIDA JIKA ASESMEN NASIONAL TETAP DILAKSANAKAN ?


Asesmen Nasional 2021 sampai detik ini masih akan dilaksanakan sesuai jadual yang sudah di rilis di laman Kemendikbud yakni pada September-Oktober 2021 mendatang, setelah sebelumnya sudah pernah ditunda yang semestinya dilaksanakan pada Maret-April 2021 yang lalu. Walaupun sebenarnya, payung hukumnya sendiri baru diterbitkan pada tanggal 12 Juli 2021 melalui Permendikbud  Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Asesmen Nasional. 

Untuk mengingatkan kita kembali bahwa, Mendikbud mengatakan pada Januari 2021 yang lalu melalui laman Kemdikbud (DISINI). Adapun alasan diundurnya jadwal pelaksanaan AN tersebut adalah untuk memastikan agar persiapan logistik, infrastruktur, dan protokol kesehatan lebih optimal. Selain itu, waktu yang masih tersisa bisa digunakan untuk menyosialisasikan dan berkoordinasi lebih masif dengan pemerintah daerah mengenai pelaksanaan AN.
 
“AN tetap perlu dilaksanakan. Kalau tidak, kita tidak bisa menghitung learning loss dan mengetahui mana saja sekolah-sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita. Inilah yang diinginkan Kemendikbud dan DPR,” kata Mendikbud dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (20/1/2021).
 
Mendikbud menjelaskan, pada Maret-April 2021 Kemendikbud baru akan melaksanakan tahapan rapat koordinasi, sosialisasi dan pelaksanaan teknis persiapan AN. Selanjutnya pada April-Agustus 2021 akan dilakukan simulasi AN di satuan pendidikan. Kemudian pada September-Oktober barulah akan diselenggarakan Asesmen Nasional yang hasilnya akan diumumkan pada Desember 2021. Demikian kutipan dari laman kemdibud yang diakses pada 3 Agustus 2021.

Sebenarnya potret data yang diharapkan dari hasil Asesmen Nasional saat ini sudah tersedia untuk membuat kebijakan pendidikan, seperti hasil PISA dan AKSI dari tahun ketahun yang tidak kunjung meningkat, Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) secara nasional yang sudah mecukupi, bahkan data PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) yang lebih dari cukup untuk menghasilkan kebijakan pendidikan bahkan cetak biru pendidikan.

Lalu mengapa Asesmen Nasional (AN) masih tetap ingin dilaksanakan? tentu akan banyak spekulasi yang akan bermunculan dengan akan tetap dilaksanaannya AN ini.

Sebagai gambaran, bahwa meskipun pelaksanaan AN baru akan dilaksanakan September-Oktober mendatang, namun rangkaian kegiatan pelaksanaan tersebut seperti pelatihan dan rapat-rapat terbatas tetap dilaksanakan mulai dari pusat hingga di satuan pendidikan, seperti pelatihan proktor dan sosialisasi kepada orang tua, ada yang dilakukan secara online/daring, namun tidak sedikit pula yang dilakukan secara tatap muka.

Artinya ada "potensi" terjadinya berkumpulnya siswa atau orang tua, terlebih saat hari H pelaksanaan AN nanti yang dilaksanakan secara tatap muka, baik dengan moda Daring / Semi-Daring. Berkumpulnya peserta didik nanti secara sengaja dan terprogram bisa menjadi trigger meningkatnya sebaran orang yang terpapar Covid-19.  Jika Kemendikbud tetap bersikeras melaksanakan kegiatan yang menurut hemat kami tidak terlalu esensial menurunkan tingkat defisit kompetensi peserta didik (leaning loss) terlebih dimasa pandemi ini, maka bisa diduga para pengambil kebijakan di lingkungan Kemendikbud abai terhadap keamanan dan kesehatan serta keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Abai ini bisa jadi karena ketidaktahuan mereka akan pentingnya KESEHATAN ditempatkan diatas program yang tidak terlalu esensial tersebut. Dugaan lainnya bisa jadi lalai yang menyebabkan hilangnya nyawa dan generasi bangsa, dan lebih parah lagi jika orang menduga ini bagian dari konspirasi Genosida generasi bangsa.

Asumsi-asumsi diatas hanyalah sebatas asumsi yang perlu dikaji lebih dalam agar tidak terjadi spekulasi yang bermacam-macam, maka ada baiknya program atau kebijakan Asesmen Nasional di Moratorium untuk beberapa tahun kedepan sampai jelas target-target capaianya dan sudah melakukan perbaikan dan menindaklanjuti hasil-hasil PISA, AKSI, termasuk hasil PMP dan test-test lainnya yang sudah pernah dilaksanakan oleh Kemendikbud sendiri atau paling tidak sampai Pandemi benar-benar sirna dari bumi pertiwi ini.

@fathur_kaltim





Related

viral 4710850821890862174

Posting Komentar

Terimakasih atas saran dan tanggapannya, segera akan dibalas !

emo-but-icon

Follow Me !

Viral

item