OKE

Dua Orang Positif Corona Sudah Terlalu Banyak: Siapkah Kita Menyambut Corona ?

China / Tionkok yang gagah perkasa saja TUMBANG diterjang badai Corona. Arab Saudi tidak mau mengambil resiko dengan menghentikan sementara kunjungan ibadah Umrah dari negara-negara tertentu, khususnya negara-negara yang sudah "terindikasi" terserang Corona. Dan pertimbangan lainnya tentu adalah negara-negara dengan tingkat pengawasan Imigrasi yang rendah/lemah.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah masuk kategori negara yang tingkat pengawasan ke-Imigrasian-nya lemah ? Jika melihat dari keluar masuknya narkoba dan barang-barang ilegal dari jalur darat, laut maupun udara, maka dapat dipastikan, Indonesia masuk kategori lemah dalam pengawasan meskipun dengan alasan luasnya cakupan pengawasan.

2 Positif Corona, itu sudah terlalu banyak, karena akan ada multiple efek dari itu semua, seperti travel warning ke Indonesia, dan berbuntut pada menurunnya jumlah kunjungan dan pendapatan dari "Dollar" yang dibawa oleh para turis, yang lebih tragis lagi tentunya  pengangguran akan "mengancam" daerah-daerah tujuan wisata dengan menurunnya tingkat hunian hotel.

Tidak hanya sampai disitu saja, akan dimungkinkan terjadinya gesekan dan konflik horisontal. Bagaimana penolakan yang terjadi terhadap warga Indonesia yang dikarantina di Natuna dan sekitarnya padahal belum terindikasi positif corona, sementara kita "kecolongan" dengan banyak dan mudahnya warga dan pekerja asing yang masuk ke Indonesia dan tidak diperlakukan dan dikarantina "di Natuna".

Tidak terbayangkan seandainya, kedua warga kita, yang positif Corona tersebut berada di salah satu kota Indonesia (sebut saja kota S misalnya). Apa yang mungkin akan terjadi? Sudahkah ada protap dan standar baku penanganannya. Bukan saja penanganan terhadap korban, tetapi antisipasi terhadap gejolak yang terjadi. Kota S tidak hanya akan diisoalasi oleh negara luar dengan (travel warning-nya) akan tetapi juga dari kota-kota tetangganya pun akan mengeluarkan "Travel Warning". 

Yang jelas 2 warga yg positif itu harus disambut dengan "tangan terbuka" , bukan dikucilkan, apalagi di usir. Bantu mereka melalui cobaan tersebut.

Tentu akan ada pembatasan dimana-mana, mungkin sekolah dan dunia usaha akan terhenti, mungkin stok bahan makanan akan segera habis, mungkin masker dan obat-obatan akan menjadi langka, dst.

Jika belajar dari sejarah masa lalu, maka banyak sekali kaum atau bahkan peradaban hancur binasa dan tak bersisa akibat peperangan, bencana alam, kelaparan dan tidak sedikit pula yang musnah akibat wabah penyakit mematikan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati!

Related

viral 9052995869190412616

Posting Komentar

Terimakasih atas saran dan tanggapannya, segera akan dibalas !

emo-but-icon

Follow Me !

Trending

Terbaru

Komentar

item