OKE

AKAR - BAJAKAH KALIMANTAN : OBAT KANKER & TUMOR (CANCER & TUMOR MEDICINE)

Bajakah dalam bahasa meratus dapat dimaknai sebagai akar-akaran, jadi bajakah tidak merujuk pada satu jenis tanaman saja. Akar bajakah yang sedang menjadi viral merupakan jenis tanaman merambat yang biasa tumbuh di Kalimantan. Tanaman ini biasanya ditemukan di daerah lembab karena itulah jenis tanaman ini biasanya dimanfaatkan olah penduduk lokal seperti dayak, banjar dan kutai untuk menghilangkan dahaga tatkala mereka pergi ke kebun atau masuk ke dalam hutan.

Tanaman ini bahkan dapat ditemukan tidak jauh dari kota Samarinda, karena memang mudah dijumpai, khususnya diarea kebun dengan kondisi tanah lembab dan oleh pemiliknya jarang dirawat. Tanaman ini daunnya menjalar sehingga kadang menutupi jalan-jalan setapak di area kebun sehingga tanaman ini sebenarnya masuk kategori parasit. Jika "benalu" menumpang di pohon inangnya untuk tumbuh dan mencari makan, atau "belaran tapah" yang menjalar dan merayap dipohon lalu dapat menutupi pohon yang ditumpangi sehingga tidak mendapatkan sinar matahari lalu mati, maka Bajakah pun akan berusaha menjalan mencari ranting/batang pohon untuk bisa ditumpangi agar bisa tumbuh berkembang.  
Pengambilan Air Murni #Bajakah

Bajakah ini yang dimanfaatkan secara prakltis adalah bagian batang besarnya yang menggantung atau berada diatas tanah, bukan akar yang didalam tanah dan bukan pula pucuk atau batang daunnya (meskipun akar dan daunnya memiliki khasiat tersendiri). Sehingga akarnya masih ada dan cukup cepat tumbuhnya. Berdasarkan hasil pengamatan, rambatan jenis bajakah ini dalam 1-2 bulan itu dapat menutupi jalanan yang jarang dilewati manusia, namun untuk membuat tumbuhan merambat ini menjadi besar dan dapat menghasilkan air, dia harus menumpang atau menjalar kepohon-pohon lainnya sehingga batangnya tertutupi dedaunan pohon dan tertutupi daunnya sendiri. Artinya intensitas matahari harus sangat minim atau sangat kurang atau tidak dapat menyentuh batangnya.

Bajakah ini tentunya karena tumbuhnya sangat mudah seperti layaknya tanaman merambat lainnya maka tidak akan mengancam kelestariannya. Bahkan sebenarnya bisa dibudidayakan, namun untuk membudidayakan ini diarea perkebunan tidak memiliki nilai ekonomis langsung karena cukup dengan membiarkan lahar/kebun yg kondisi tanahnya lembab tidak digarap selama lebih kurang 2 tahun maka batangnya sudah bisa dimafaatkan lagi. Artinya jika dilahan itu ada tanaman semisal mangga, nangka, atau tanaman buah lainnya, maka harus ada yang dikalahkan. Dalam kurun waktu 2 tahun batang bawah tanaman ini bisa mencapai diameter 4-5 cm.

Tanaman Bajakah ini merupakan obat alami yang sering digunakan masyarakat suku Dayak, Banjar dan Kutai serta penduduk asli kalimantan lainnya yang telah dipakai secara turun temurun. Atau sekedar dijadikan pelepas dahaga tatkala berkebun dan kehabisan persediaan air.

Marak beredar informasi tentang bajakah di Kalimantan Tengah yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kanker payudara. Informasi ini beredar setelah dua siswi SMA di Palangkaraya melakukan penelitian tahap awal terhadap bajakah yang menang dalam sebuah lomba di Korea Selatan. 

Namun, bukti khasiat bajakah sebagai obat kanker tersebut patut ditelusuri lebih lanjut oleh lembaga-lembaga terkait untuk memastikannya secara ilmu farmasi dan kedokteran.

Batang Bajakah atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan Spatholobus Littoralis Hassk dalam beberapa uji ilmiah memang positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin. Saponin dan tannin inilah yang merangsang terjadinya angiogenesis, bagian penting dalam proses penyembuhan luka (Uji Efektivitas Ekstrak Etanolik Batang Bajakah Tampala [Spatholobus littoralis Hassk] terhadap Waktu Penyembuhan Luka, Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 2018, hlm 320).


Pemanfaatan bajakah ini idealnya adalah air yang langsung keluar dari potongan batang bajakah. Air yang keluar tersebut bening dan segar serta tidak beraroma dan rasa khusus (meskipun terkadang ada rasa kayu), hampir seperti air putih biasa. Air murni bajakah inilah sebenarnya yang paling berkhasiat, namun sayangnya untuk mendapatkan 100ml air murninya perlu sekitar 10Kg batang bajakah ini. Air murni bajakah ini jika didiamkan dalam kondisi terbuka/terkena oksigen maka dia akan berubah warna menjadi agak kekuningan setelah 6-12 jam, hal ini wajar karena akibat dari proses oksidasi karena memang cairannya mengandung anti oksidan tinggi. Untuk itu ada baiknya air tersebut setelah diambil langsung dimasukkan ketempat yang tertutup rapat lalu dimasukkan kedalam pendingin dengan suhu sekitar 16 derajat.

Batang bajakah yang masih basah (belum dikeringkan) juga bisa langsung dicacah dan direbus untuk diambil rebusan airnya dan diminimkan sebagai terapi lanjutan setelah meminum air murninya. Atau dengan mencacah/menyerut kayunya lalu dikeringkan atau dapat pula ditumbuk menjadi bubuk untuk sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan dengan cara menyeduhnya dengan air panas untuk diminum airnya setelah disaring terlebih dahulu.


Adapun cara pengolahan Bajakah (basah) adalah sebagai berikut:
1.Siapkan Bajakah yang sudah dibersihkan kulit luarnya dengan panjang 6 cm dan diameter 3 cm (disesuaikan) lalu dibelah/dibagi menjadi 2 bagian.
2.Ambil 2 gelas air minum (air masak) lalu didihkan, setelah mendidih masukkan potongan Bajakah dan tunggu hingga 7 menit.
3. Angkat dan tuang air  ke dalam gelas, tunggu hingga agak dingin lalu diminum.
4. Tiriskan/keringkan bajakahnya lalu masukkan kedalam lemari pendingin untuk digunakan lagi (2-3 kali rendaman)
5. Minum/konsumsi setiap pagi dan malam
6. Jika air Bajakah murni yang keluar dari batanya berwarna putih/bening seperti air putih (sebelum terkena udara) maka warna air bajakah yang dimasak akan sedikit kekuningan (kuning teh muda) dan rasanya relatif hambar dan tidak beraroma.

Mencegah, lebih baik daripada mengobati, dengan mengkonsumsi air bajakah ini yang memang mengandung beberapa zat yang baik bagi imunitas tubuh maka anda akan terjaga dari penyakit-penyakit degeneratif.

Info Pemesanan via WA :
1. Samarinda - Kaltim : 081346413025
2. Samarinda - Kaltim : 085219206633
3. Sangatta - Kaltim : 085652179790
4. Barabai - Kalsel : 085750023891

English Version :

In the meratus language, "Bajakah" can be interpreted as roots, so it does not refer to just one type of plant. Bajakah that are becoming viral, generaly are vines that grow in Kalimantan. This plant is usually found in moist soil areas, which is why this type of plant is usually used by local native such as Dayaks, Banjars and Kutai to quench their thirst when they go to the garden or enter the forest.

This plant can be found not far from the city of Samarinda (East Borneo), because it is easily found, especially in plantation/farm areas with moist soil conditions and rarely treated by the owner. These plants are vines that sometimes cover the paths in the plantation/farm area so that this plant is actually included in the category of parasites. If the "Benalu" hitches a ride on its host tree to grow and look for food, or the "Belaran Tapah" that spreads and creeps in the tree and then can cover the tree so that it does not get sunlight and then dies, then the "Bajakah" will try to looking for branches / tree trunks to can be boarded so they can grow.

Bajakah that used is the large parts of the trunk that hang or are above the ground, not the roots in the ground and not the shoots or leaf stems (although the roots and leaves have their own benefits/efficacy). It's the roots are not taken so they can grow back quickly. Based on observations, the propagation of this type of "Bajakah" in 1-2 months can be cover roads that are rarely traveled by humans, but to make these vines grow large and can produce water, it must ride or spread to other trees so the trunk is covered with tree leaves and their own leaves. This means that the intensity of the light of sun must be very minimal or very less or cannot touch the trunk.

Because of the growth is very easy like other vines it will not threaten its sustainability. In fact, it can actually be cultivated, but to cultivate this in an area of ​​plantations does not have direct economic value because it is enough to leave plantation / farms whose soil conditions are not moist tilled for more than 2 years then the stems can be used again. It's means, if there are plants on the plantation/farms such as mangoes, jackfruit, or other fruit plants, then there must be defeated (bajakah or fruits). Within 2 years the rootstock of this plant can reach 4-5 cm in diameter.

Related

viral 7015624018517144525

Posting Komentar

Terimakasih atas saran dan tanggapannya, segera akan dibalas !

emo-but-icon

Follow Me !

Hot in week

item