OKE

PRIORITAS VAKSIN COVID-19 UNTUK GURU DAN DOSEN - APA KATA MANDIKBUD?


Jagat dunia pendidikan di Indonesia kembali dihebohkan dengan rencana vaksinasi yang akan dilakukan kepada guru dan dosen di Indonesia sebagai salah satu penerima prioritas. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kepada CNN Indonesia yang mengatakan bahwa dosen dan guru akan menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19 periode pertama yang diimpor dan atau diproduksi di Indonesia.

Seperti diketahui bersama bahwa Indonesia sudah juga melakukan ujicoba vaksin yang dikembangkan terhadap relawan-relawan yang ada dan sudah siap produksi. Vaksin diprediksi sudah bisa didistribusikan paling cepat akhir 2020 atau awal 2021 dan akan diberikan kepada kurang lebih 147 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Tentu hal ini merupakan kabar gembira bagi para pendidik di Indonesia, karena akan divaksin massal secara gratis sehingga dapat segera terhindar dari penularan dan memiliki imun terhadap virus corona Covid-19.

Namun, disisi lain juga terjadi sejumlah penolakan dari kalangan pendidik setelah beredarnya video dan tulisan yang di rilis oleh CNN Indonesia mengenai POTENSI Bahaya Vaksin Covid-19. Pada rilis tersebut dikatakan ada POTENSI bahaya terhadap penerima Vaksin Covid-19.  

Peneliti vaksin COVID-19 mulai memperhatikan pengaruh peningkatan kekebalan tubuh yang justru dapat meningkatkan penyakit daripada melindungi dari infeksi berikutnya. Peneliti menyebut ini sebagai “peningkatan yang bergantung pada antibodi”, atau Antibody-Dependent Enhancement/ADE.

Dikatakan pula dalam video tersebut, bukti ADE secara in vitro pada virus Ebola, HIV, SARS, dan MERS. Bukti kuat ADE pada infeksi virus alami hanya ada pada virus dengue dan beberapa kerabatnya. Ada beberapa virus lain di mana ADE telah didemonstrasikan secara in vitro — dalam eksperimen yang mencampurkan makrofag atau sel serupa dengan antibodi dan virus dan melihat apakah virus mampu menginfeksi sel meskipun terdapat antibodi. Bahasa sederhananya, mungkin tidak ada vaksin untuk virus seperti Ebola, HIV, SARS, dan MERS. Lalu bagaimana dengan Covid-19?


Lantas, apa tanggapan Mandikbud terhadap rencana guru dan dosen akan dijadikan prioritas penerima Vaksin Covid-19 tersebut?

Mandikbud mengapresiasi niat baik pemerintah untuk memprioritaskan guru dan dosen sebagai salah satu penerima vaksin tersebut. Menurut Mandikbud berkaca pada Jepang saat kalah pada perang dunia ke-2 , saat itu Kaisar Hirohito menanyakan kepada Menteri Pendidikan, berapa jumlah Guru yang tersisa? Begitu luar biasanya profesi guru ini.

Indonesia yang memiliki lebih dari 3 juta guru tentu pastinya memperhatikan hal tersebut. Namun jika Vaksin Covid-19 tersebut "masih" memiliki potensi bahaya bagi penerimanya, mungkin ada baiknya Vaksin tersebut diberikan saja terlebih dahulu kepada para pejabat dan petinggi negara seperti Presiden, Menteri, Anggota DPR dan pejabat lainnya di kementerian/lembaga/BUMN.

Setelah mereka (pejabat) aman dalam pantauan selama 3 bulan dan tidak ada tanda-tanda ADE, maka barulah diberikan kepada Guru dan Dosen. Kita ingin melindungi aset bangsa yang 3 juta orang tersebut. Bahkan para "kepala sekolah" dan "guru penggerak" atau "dosen penggerak" mungkin akan kita buat pada list terakhir penerima vaksin covid-19 tersebut, agar aset emas bangsa ini dapat terus terjaga, disisi lain untuk mengamankan kebijakan nasional kita mengenai guru penggerak.

Sambil menunggu vaksin covid-19 benar-benar aman bagi aset bangsa kita, maka kepada guru khususnya akan kita berikan subsidi tunai untuk membeli vitamin/suplemen atau suntik vitamin guna meningkatkan imun tubuh mereka selama beberapa waktu kedepan untuk menjaga aset bangsa ini benar-benar tetap dalam kondisi fit, terjaga dan aman.

Demikian pernyataan Mandikbud saat ditanya, bagaimana jika dia yang memimpin kementerian pendidikan dan kebudayaan saat ini.


Salam dari Ibu Kota Negara!


Fathur Rachim (Mandikbud)

Ketua Umum HIPPER INDONESIA

fathur@hipper.or.id

https://fathur.web.id



Related

viral 374379524184965119

Posting Komentar

Terimakasih atas saran dan tanggapannya, segera akan dibalas !

emo-but-icon

Follow Me !

Trending

Terbaru

Komentar

item